Harga Cabai Melonjak, Mendag Soroti Dampak Kemarau Panjang

Harga Cabai Melonjak, Mendag Soroti Dampak Kemarau Panjang

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut faktor cuaca, terutama kemarau panjang, menjadi penyebab kenaikan harga cabai di sejumlah daerah. Kondisi tersebut berdampak pada produksi, sementara distribusi yang belum merata turut memicu perbedaan harga antarwilayah.

Pada awal November 2026, harga cabai rawit merah sempat mencapai Rp124.400 per kilogram, jauh di atas Harga Acuan Pemerintah sebesar Rp57.000. Harga cabai merah keriting juga naik menjadi sekitar Rp101.900–Rp105.600 per kilogram.

Untuk menjaga stabilitas harga, pemerintah membantu pengiriman cabai dari daerah surplus ke wilayah yang membutuhkan. Salah satunya, pengiriman 7 ton cabai dari Jawa Timur ke Halmahera melalui kerja sama dengan Badan Pangan Nasional, Bank Indonesia, dan pemerintah daerah.

Budi mengatakan upaya serupa dilakukan untuk komoditas telur ayam ras. Meski pasokan nasional surplus, kendala distribusi membuat harga di sejumlah daerah masih tinggi.

Data PIHPS Bank Indonesia per 3 November menunjukkan harga cabai rawit merah sebesar Rp90.850 per kilogram, turun 9,47 persen dibandingkan hari sebelumnya. Cabai merah keriting tercatat Rp85.100 per kilogram, sedangkan cabai merah besar Rp67.400 per kilogram.

Sebelumnya, BPS menyebut kenaikan harga cabai merah, cabai rawit, dan tomat menjadi pendorong inflasi Oktober 2026 yang mencapai 0,22 persen secara bulanan.