Harga Pangan Nasional 3 Juni 2026: Cabai Rawit Masih Tinggi, Bawang Merah Rp56.700 per Kg

Harga Pangan Nasional 3 Juni 2026: Cabai Rawit Masih Tinggi, Bawang Merah Rp56.700 per Kg

Jakarta – Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia mencatat harga sejumlah komoditas pangan strategis masih berada pada level yang cukup tinggi di pasar eceran nasional per Rabu (3/6/2026). Cabai rawit merah menjadi salah satu komoditas dengan harga tertinggi, yakni mencapai Rp92.250 per kilogram.

Berdasarkan data PIHPS, harga bawang merah tercatat sebesar Rp56.700 per kilogram, sementara bawang putih dijual dengan harga Rp39.650 per kilogram. Untuk komoditas cabai lainnya, harga cabai merah besar berada di level Rp71.750 per kilogram, cabai merah keriting Rp71.250 per kilogram, dan cabai rawit hijau Rp65.300 per kilogram.

Pada kelompok bahan pangan pokok, harga telur ayam ras tercatat Rp30.500 per kilogram. Sementara itu, daging ayam ras segar dijual Rp40.600 per kilogram. Untuk daging sapi, harga kualitas I mencapai Rp150.750 per kilogram dan kualitas II sebesar Rp138.250 per kilogram.

PIHPS juga mencatat harga beras kualitas bawah I sebesar Rp14.800 per kilogram dan kualitas bawah II Rp14.750 per kilogram. Adapun beras kualitas medium I berada di harga Rp16.250 per kilogram, medium II Rp16.000 per kilogram, sedangkan beras kualitas super I dan super II masing-masing dijual Rp17.150 per kilogram dan Rp16.850 per kilogram.

Di sektor kebutuhan rumah tangga lainnya, gula pasir premium tercatat Rp21.350 per kilogram dan gula pasir lokal Rp19.350 per kilogram. Sementara harga minyak goreng curah berada di level Rp19.550 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan bermerek I dan II masing-masing dijual Rp22.700 per liter dan Rp22.550 per liter.

Data PIHPS tersebut menjadi salah satu acuan untuk memantau perkembangan harga pangan nasional dan kondisi pasokan di berbagai daerah. Pemerintah bersama pemangku kepentingan terkait terus melakukan berbagai langkah stabilisasi guna menjaga ketersediaan pasokan dan mengendalikan gejolak harga pangan di pasar.

Dikutip dari antaranews.com