Kementan Salurkan 44.000 Ton Beras untuk Bencana Sumatera, Stok Nasional Capai Rekor

Kementan Salurkan 44.000 Ton Beras untuk Bencana Sumatera, Stok Nasional Capai Rekor

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa bantuan pangan pemerintah untuk wilayah terdampak bencana di Sumatera telah tersalurkan sekitar 44.000 ton. Laporan ini disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, dan mendapat tepuk tangan dari Presiden serta para menteri.

Amran memastikan ketersediaan pangan nasional aman. Cadangan beras mencapai tiga kali kebutuhan atau 120.000 ton. Bantuan yang disalurkan mencakup beras, minyak goreng senilai Rp1 triliun, serta kontribusi internal kementerian dan mitra senilai Rp75 miliar. Tiga kapal TNI AL digunakan untuk pengiriman logistik tahap I hingga III ke Sumatera.

Kerusakan lahan sawah akibat bencana tercatat 70.000 hektare, yang akan segera ditangani mulai Januari 2026. Di sisi kesejahteraan petani, NTP tercatat 124,36 persen, tertinggi dalam sejarah, dengan pendapatan padi mencapai Rp120 triliun. Produksi beras nasional meningkat 4,17 juta ton, stok nasional diproyeksikan mencapai 3,7 juta ton, mencatat rekor tertinggi sejak 1969.

Ekspor pertanian juga menunjukkan tren positif, tumbuh 42 persen hingga Agustus 2025, dengan proyeksi kenaikan 33–35 persen hingga akhir tahun. Volume pupuk meningkat 700 ribu ton dengan harga turun 20 persen, tanpa membebani anggaran. Kebijakan Indonesia yang tidak lagi mengimpor beras turut menekan harga pangan dunia dari 650 dolar per ton menjadi 340 dolar, diakui oleh FAO.

Bantuan pangan ini sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendukung target swasembada pangan Indonesia pada awal 2026.

Dikutip dari antaranews.com