Kualitas Udara Memburuk, Pemkot Ambon Terapkan Belajar dari Rumah dan WFH bagi ASN

Kualitas Udara Memburuk, Pemkot Ambon Terapkan Belajar dari Rumah dan WFH bagi ASN

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin tebal menyelimuti Kota Ambon, Maluku. Untuk melindungi kesehatan masyarakat, Pemerintah Kota Ambon meliburkan kegiatan sekolah hingga Jumat (16/10/2026) dan meminta aparatur sipil negara (ASN) bekerja dari rumah atau work from home (WFH).

Kebijakan tersebut tertuang dalam Instruksi Wali Kota Ambon Nomor 500.4/01/INTRUKSI/2026 yang ditetapkan pada 12 Oktober 2026. Langkah ini diambil menyusul kondisi kualitas udara yang tidak aman serta peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah tersebut.

Kegiatan belajar tatap muka bagi siswa PAUD, TK, SD, dan SMP di bawah kewenangan Pemkot Ambon dialihkan menjadi pembelajaran jarak jauh atau belajar dari rumah. Pihak sekolah juga diminta memastikan kegiatan belajar tetap berjalan serta mengimbau siswa mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Pattimura Ambon turut menjadi pertimbangan kebijakan tersebut. BMKG melaporkan peningkatan kadar ozon pada kondisi tidak aman, sementara kualitas udara juga dipengaruhi konsentrasi partikel PM2,5 dan PM10.

Untuk mengantisipasi dampak kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Ambon bersama puskesmas diminta meningkatkan pemantauan kasus ISPA, memastikan kesiapan fasilitas kesehatan dan ketersediaan obat-obatan, serta mengedukasi masyarakat agar menggunakan masker.

Pemkot Ambon berharap langkah antisipatif tersebut dapat mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap, terutama bagi anak-anak dan kelompok masyarakat yang rentan.