Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi mencatat penyaluran pembiayaan sektor pertanian mencapai Rp379,28 miliar pada 2026. Nilai tersebut meningkat tujuh kali lipat dibandingkan 2021, dengan cakupan usaha mulai dari tebu dan gula, tembakau, pupuk, peternakan, susu, hingga perikanan.
Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi Deva Rachman menyampaikan data tersebut dalam pertemuan ke-32 ASEAN Centre for the Development of Agricultural Cooperatives (ACEDAC) di Yogyakarta pada 12–13 Oktober 2026. Dukungan pembiayaan juga menjangkau petani kopi Gayo di Aceh dan usaha pertanian berbasis komunitas di berbagai daerah.
Selain pertanian, LPDB Koperasi menyalurkan pembiayaan sekitar Rp542,64 miliar hingga Oktober 2026 kepada koperasi yang berfokus pada pemberdayaan perempuan atau dipimpin perempuan. Program tersebut telah menjangkau lebih dari 363.000 anggota perempuan.
Sebagai badan layanan umum di bawah Kementerian Koperasi, LPDB menyediakan pembiayaan dengan tarif jasa mulai dari 3 persen menggunakan metode sliding rate, tanpa biaya administrasi dan provisi. Skema ini diharapkan membantu koperasi memperoleh modal yang lebih terjangkau untuk mengembangkan usaha produktif.
Secara kumulatif, sejak 2008 hingga Oktober 2026, LPDB Koperasi telah menyalurkan dana bergulir Rp22,91 triliun kepada 3.930 koperasi mitra di 36 provinsi, dengan manfaat bagi lebih dari 529.000 pengguna akhir. LPDB menilai koperasi berperan penting dalam menghubungkan hasil produksi petani dengan pasar sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.
