Pasar Minyak Waspada: Negosiasi Iran dan Kenaikan Tarif Trump Pengaruhi Harga

Pasar Minyak Waspada: Negosiasi Iran dan Kenaikan Tarif Trump Pengaruhi Harga

Jakarta – Harga minyak dunia bergerak stabil pada perdagangan Selasa, 24 Februari 2026, meski diwarnai ketidakpastian geopolitik dan kebijakan perdagangan global. Kontrak berjangka Brent turun 27 sen ke US$71,49 per barel, sedangkan WTI turun 17 sen ke US$66,31 per barel, mengikuti sentimen investor yang hati-hati.

Stabilnya harga dipengaruhi oleh rencana putaran ketiga negosiasi nuklir antara AS dan Iran di Jenewa, Swiss, yang meredam kekhawatiran potensi konflik militer. Pejabat Iran menyatakan kesiapan memberi konsesi terkait program nuklir, dengan imbalan pencabutan sanksi dan pengakuan hak memperkaya uranium, sementara analis menilai AS cenderung mengedepankan diplomasi untuk menghindari ketidakstabilan kawasan.

Di sisi lain, kebijakan perdagangan memicu ketidakpastian baru. Presiden Donald Trump menaikkan tarif impor AS sementara dari 10% menjadi 15%, memicu kekhawatiran perlambatan ekonomi global dan potensi penurunan permintaan minyak. Analis IG Markets, Tony Sycamore, mencatat aliran investor menuju aset aman menekan harga minyak, meski kekhawatiran konflik Timur Tengah sebelumnya sempat mendorong Brent dan WTI naik lebih dari 5% pekan lalu.

Pergerakan ini menegaskan bahwa harga minyak dunia kini sangat dipengaruhi kombinasi faktor geopolitik, kebijakan tarif, dan prospek pasokan energi global, sehingga investor tetap memantau perkembangan diplomasi AS-Iran dan kebijakan perdagangan secara seksama.

Dikutip dari liputan6.com