Penanganan Pascabencana Sumatra Berlanjut ke Tahap Rehabilitasi Permanen

Penanganan Pascabencana Sumatra Berlanjut ke Tahap Rehabilitasi Permanen

Pemerintah menyatakan penanganan pascabencana hidrometeorologi di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat kini telah memasuki fase pemulihan permanen. Tahapan ini akan dijalankan melalui program rehabilitasi dan rekonstruksi secara bertahap hingga 2028 untuk memastikan pemulihan infrastruktur dan kehidupan masyarakat terdampak berjalan optimal.

Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra, Tito Karnavian, menjelaskan bahwa penanganan bencana dilakukan melalui tiga tahapan utama, yakni tanggap darurat, masa transisi, dan pemulihan permanen. Menurutnya, tahapan tanggap darurat telah berjalan baik berkat koordinasi cepat antara pemerintah pusat, kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah.

Sejumlah layanan dasar yang sebelumnya terganggu kini telah kembali beroperasi, mulai dari layanan pemerintahan daerah, pasokan listrik, distribusi bahan bakar minyak, jaringan internet, hingga fasilitas kesehatan. Selain itu, konektivitas jalan nasional dan jembatan di wilayah terdampak juga mulai pulih, baik melalui pembangunan permanen maupun penggunaan infrastruktur sementara untuk menjaga mobilitas masyarakat.

Pemerintah kini memfokuskan penanganan pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi berbasis Rencana Induk (Renduk) percepatan pemulihan pascabencana. Program yang dirancang untuk periode 2026–2028 tersebut mencakup 11.512 kegiatan lintas sektor, termasuk pembangunan infrastruktur dasar, sekolah, jembatan, hingga hunian tetap bagi penyintas. Tito menegaskan, prioritas pada tahun pertama akan difokuskan pada percepatan pembangunan hunian permanen agar masyarakat tidak terlalu lama tinggal di tempat penampungan sementara.

Dikutip dari RRI.co.id