Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Kholid, mengingatkan para kader agar berhati-hati saat menyampaikan pernyataan di media sosial. Menurutnya, unggahan yang kurang tepat dapat dengan cepat menjadi viral dan menimbulkan dampak lebih luas, termasuk bagi pihak lain.
Pernyataan tersebut disampaikan Kholid saat menghadiri Bimbingan Teknis Nasional (Bimteknas) PKS di sebuah hotel di kawasan Jakarta Barat, Senin (19/10/2026). Dalam kegiatan itu, PKS membahas peningkatan kompetensi komunikasi politik, khususnya dalam menghadapi perkembangan ruang digital.
Kholid menjelaskan bahwa komunikasi politik saat ini tidak cukup hanya mengandalkan penyampaian pesan secara langsung atau melalui media konvensional. Pejabat publik juga perlu memahami karakter ekosistem digital yang memungkinkan sebuah pernyataan tersebar luas dalam waktu singkat.
Ia menilai, pernyataan yang tidak dimaksudkan untuk merugikan pihak lain sekalipun dapat menimbulkan persoalan ketika disampaikan tanpa mempertimbangkan konteks dan dampaknya. Karena itu, etika komunikasi publik menjadi hal penting yang perlu diperhatikan oleh para kader.
Melalui Bimteknas tersebut, PKS berupaya memperkuat dua aspek, yakni etika komunikasi publik di era digital dan kompetensi komunikasi politik. Kholid berharap para pejabat publik memiliki pola pikir digital agar lebih memahami jangkauan serta konsekuensi dari pesan yang disampaikan.
Ia juga menyoroti perkembangan media konvensional yang kini turut memanfaatkan platform digital. Kondisi tersebut membuat kemampuan berkomunikasi secara tepat di ruang digital semakin penting bagi pejabat publik dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
