Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri Kabinet Merah Putih dalam pertemuan di kediamannya di Kertanegara, Jakarta, untuk membahas meningkatnya minat investasi global terhadap Indonesia serta berbagai peluang investasi strategis yang tengah berkembang.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Dalam rapat tersebut, Presiden menerima laporan dari Rosan Roeslani terkait hasil kunjungan kerjanya ke Amerika Serikat, sejumlah negara di Eropa, dan Asia. Laporan tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia yang tercermin dari tingginya minat investasi di berbagai sektor strategis nasional.
Menurut Teddy Indra Wijaya, data dan fakta yang diperoleh selama kunjungan kerja tersebut memperlihatkan bahwa Indonesia semakin dipandang sebagai tujuan investasi yang menarik di tengah dinamika ekonomi global. Kondisi ini dinilai menjadi peluang penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional.
Presiden Prabowo juga meminta agar berbagai capaian positif terkait investasi tersebut disampaikan secara terbuka kepada masyarakat. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menghadirkan informasi yang transparan, akurat, dan berbasis data mengenai perkembangan investasi di Indonesia.
Pemerintah optimistis tingginya minat investor global dapat menjadi modal penting untuk mendorong masuknya investasi berkualitas, memperkuat sektor strategis nasional, serta mendukung target pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dalam beberapa tahun ke depan.
Sumber antaranews.com
