Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional menghadirkan Program Tamasya atau Taman Asuh Sayang Anak untuk memperkuat pengasuhan anak sekaligus mendukung peningkatan partisipasi kerja perempuan di Indonesia.
Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka mengatakan program tersebut menjadi respons pemerintah dalam menghadapi bonus demografi serta kebutuhan perlindungan anak saat orang tua bekerja.
Menurut Isyana, perempuan perlu tetap memiliki kesempatan bekerja tanpa mengabaikan kualitas pengasuhan anak. Karena itu, pemerintah menilai pendampingan dan perlindungan anak usia dini menjadi faktor penting dalam membangun sumber daya manusia berkualitas.
Program Tamasya memiliki empat layanan utama, yakni peningkatan kompetensi pengasuh anak, pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala, keterlibatan keluarga dalam pengasuhan, serta layanan rujukan bagi orang tua dan anak. Program ini juga dirancang untuk menyempurnakan layanan tempat penitipan anak yang sudah ada sebelumnya.
Pelaksanaan Program Tamasya diterapkan di lingkungan pemerintah, perusahaan, dan komunitas masyarakat dengan menyesuaikan kebutuhan pengasuhan di setiap lingkungan kerja. Pemerintah berharap program tersebut mampu menciptakan sistem pengasuhan anak yang aman, terpantau, dan mendukung keluarga pekerja di Indonesia.
Dikutip dari RRI.co.id
