Rupiah Melemah 0,77 Persen ke Rp18.077, Sentimen MSCI Tambah Tekanan

Rupiah Melemah 0,77 Persen ke Rp18.077, Sentimen MSCI Tambah Tekanan

Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah hingga menembus Rp18.000 per dolar AS pada perdagangan Jumat (16/10/2026). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah pada pukul 10.20 WIB turun 0,77 persen ke level Rp18.077 per dolar AS, dibandingkan penutupan Kamis (15/10/2026) di posisi Rp17.938 per dolar AS.

Analis pasar uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai pelemahan rupiah dipengaruhi meningkatnya konflik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia. Harga minyak WTI tercatat mencapai 97 dolar AS per barel, sedangkan Brent menyentuh 105 dolar AS per barel.

Selain faktor geopolitik, sentimen negatif juga datang dari rencana Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengubah klasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Di dalam negeri, tekanan terhadap rupiah turut dipengaruhi aksi jual besar-besaran di pasar saham.

Lukman memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS sepanjang perdagangan. Pergerakan nilai tukar selanjutnya akan dipengaruhi perkembangan konflik global, harga minyak, serta sentimen investor terhadap pasar keuangan Indonesia.