Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama personel Polres Puncak Jaya menangkap seorang pria berinisial TT (21) yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) kasus penembakan anggota Polres Puncak Jaya, Brigpol Ronald M. Enok. Penangkapan tersebut dilakukan setelah hampir dua tahun sejak peristiwa penembakan yang terjadi pada Januari 2025.
TT ditangkap pada Kamis (5/11/2026) sekitar pukul 16.00 WIT di Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah. Saat diamankan, TT diketahui sedang berboncengan sepeda motor dengan seorang warga berinisial AW menuju Distrik Gurage.
Dalam proses penangkapan, TT berusaha melarikan diri dan melakukan perlawanan. Petugas kemudian melakukan tindakan penegakan hukum secara tegas dan terukur sesuai prosedur, sehingga TT mengalami luka tembak pada kaki kiri. Ia selanjutnya dibawa ke RSUD Mulia untuk mendapatkan penanganan medis.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, menyebut TT diduga merupakan bagian dari kelompok KKB Kodap III Puncak pimpinan Lekagak Telenggen. Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa sepeda motor, rantai sensor, uang tunai, dan perlengkapan pribadi. Sementara itu, AW juga dibawa ke Polres Puncak Jaya untuk menjalani pemeriksaan.
TT kemudian diberangkatkan ke Jayapura dengan pengawalan petugas guna mendapatkan perawatan lanjutan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua. Setelah menjalani perawatan, proses hukum terhadapnya akan dilanjutkan.
Kasus ini berkaitan dengan penembakan Brigpol Ronald M. Enok pada Selasa (21/1/2025) di Kompleks Lima-Lima, Kampung Lungguneri, Distrik Pagaleme, Kabupaten Puncak Jaya. Korban ditembak menggunakan senjata api saat dalam perjalanan pulang setelah membeli minyak tanah dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Atas perkara tersebut, TT disangkakan dengan pasal berlapis terkait pembunuhan berencana dan pembunuhan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Sebelumnya, polisi juga telah menangkap seorang DPO berinisial KE pada Agustus 2025. Penyidik kini masih mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain.
