Pertamina Diminta Tambah Pasokan Elpiji 3 Kg di Lombok Timur

Pertamina Diminta Tambah Pasokan Elpiji 3 Kg di Lombok Timur

Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menegaskan bahwa isu kelangkaan elpiji 3 kilogram (kg) bersubsidi yang beredar di masyarakat tidak benar. Namun, pemerintah daerah tetap meminta Pertamina untuk menambah pasokan guna mengantisipasi kepanikan warga.

Bupati Haerul Warisin menjelaskan bahwa lonjakan pembelian terjadi akibat panic buying, sehingga pasokan di lapangan sempat terasa terbatas. Selain itu, penggunaan elpiji 3 kg yang tidak tepat sasaran juga menjadi salah satu penyebab distribusi terganggu.

Temuan di lapangan menunjukkan sejumlah pelaku usaha masih menggunakan gas bersubsidi, padahal diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu. Di sisi lain, peningkatan ekonomi daerah turut mendorong konsumsi elpiji semakin tinggi.

Sebagai langkah cepat, pemerintah daerah mengusulkan penambahan penyaluran atau “extra dropping” dengan pengawasan ketat dari satgas. Untuk solusi jangka panjang, distribusi elpiji direncanakan menggunakan data desil agar lebih tepat sasaran.

Sementara itu, perwakilan Pertamina Patra Niaga menyatakan bahwa penyaluran elpiji di wilayah tersebut sebenarnya telah meningkat, dengan rata-rata distribusi mencapai puluhan ribu tabung per hari, termasuk tambahan pasokan di luar alokasi normal.

Pemkab juga mengingatkan agen dan pangkalan untuk tetap menyalurkan elpiji sesuai aturan dan harga eceran tertinggi (HET), serta mengimbau masyarakat agar membeli sesuai kebutuhan guna menjaga stabilitas pasokan.

Dikutip dari antaranews.com