Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mendorong penguatan kolaborasi antara sektor industri dan pembangunan infrastruktur guna memperkuat kemandirian maritim nasional. Hal tersebut disampaikan saat kunjungan kerja ke PT PAL Indonesia di Surabaya.
Menurut AHY, Indonesia membutuhkan industri maritim yang kuat untuk menjaga kedaulatan wilayah laut sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menilai penguatan industri pertahanan dan maritim penting untuk menciptakan daya tangkal atau deterrence effect terhadap ancaman yang dapat mengganggu keutuhan negara.
Dalam kunjungan tersebut, AHY menyoroti peningkatan kapasitas produksi PT PAL Indonesia yang dinilai semakin efisien. Salah satunya terlihat dari percepatan pembangunan Landing Platform Dock (LPD) yang kini dapat diselesaikan hanya dalam enam bulan, lebih cepat dibanding sebelumnya yang membutuhkan waktu hingga dua tahun.
Selain memenuhi kebutuhan dalam negeri, PT PAL Indonesia juga dinilai semakin dipercaya oleh sejumlah negara sahabat untuk memproduksi kapal perang dan kapal niaga. Kondisi itu menunjukkan meningkatnya daya saing industri galangan kapal nasional di tingkat global.
AHY menegaskan transformasi industri tidak hanya berkaitan dengan teknologi dan produksi, tetapi juga penguatan sumber daya manusia serta budaya kerja unggul. Pemerintah pun terus mendorong pengembangan industri strategis nasional melalui peningkatan produksi dalam negeri, transfer teknologi, dan kerja sama internasional.
Ia juga menyoroti pengembangan Kapal Selam Otonomos (KSOT) sebagai salah satu inovasi karya anak bangsa yang mencerminkan kemajuan teknologi maritim Indonesia dan pentingnya memprioritaskan produksi dalam negeri.
Dikutip dari RRI.co.id
