Bapanas Perkuat KDKMP Jadi Saluran Beras SPHP untuk Stabilkan Harga

Bapanas Perkuat KDKMP Jadi Saluran Beras SPHP untuk Stabilkan Harga

Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkuat peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai salah satu saluran penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap beras.

Sekretaris Utama Bapanas Ito Hediarto mengatakan penyaluran melalui KDKMP tetap harus mengikuti kebijakan dan regulasi yang berlaku, termasuk ketentuan harga berdasarkan zonasi.

Hingga 23 September 2026, penyaluran beras SPHP secara nasional telah mencapai 827 juta kilogram atau 99,98 persen dari target 828 juta kilogram. Dari total tersebut, sebanyak 16,62 juta kilogram disalurkan melalui KDKMP.

KDKMP menjadi salah satu dari sembilan saluran utama distribusi SPHP yang dilakukan Bulog. Saluran lainnya mencakup pengecer pasar rakyat, Gerakan Pangan Murah, outlet pangan pemerintah daerah, koperasi BUMN/BUMD, instansi pemerintah, Rumah Pangan Kita (RPK) Bulog, ritel modern, serta distributor BUMN/BUMD.

Pemerintah juga menyiapkan tambahan alokasi 1 juta ton beras SPHP untuk memperkuat stabilisasi pasokan dan harga sekaligus menjaga ketersediaan beras bagi masyarakat.

Harga SPHP ditetapkan berdasarkan tiga zona. Zona 1 meliputi Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, NTB, dan Sulawesi dengan HET Rp12.500 per kilogram. Zona 2 mencakup sebagian besar Sumatera, NTT, dan Kalimantan dengan HET Rp13.100 per kilogram, sedangkan zona 3 yang meliputi Maluku dan Papua memiliki HET Rp13.500 per kilogram.