Sukoharjo – Dalam rangka meningkatkan keselamatan berlalu lintas, menekan angka kecelakaan lalu lintas, serta mengoptimalkan tingkat kepatuhan masyarakat dalam pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), PT Jasa Raharja Cabang Semarang bersama para pemangku kepentingan terkait menggelar Forum Komunikasi Lalu Lintas (FKLL) dan Rapat Kepatuhan Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor Bulan Juni 2026 pada Rabu, 10 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di Rumah Makan Padang Pagi Sore, Kota Lama Semarang, ini menjadi forum strategis untuk memperkuat koordinasi lintas sektoral dalam mendukung terwujudnya lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan sekaligus meningkatkan penerimaan daerah dari sektor PKB.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 11.30 WIB hingga 14.15 WIB tersebut dihadiri oleh Kepala Cabang Jasa Raharja Semarang, Kepala UPPD Semarang I, Semarang II, dan Semarang III beserta para Kepala Seksi Pendapatan Daerah, Kasat Lantas Polrestabes Semarang, perwakilan Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Tengah yang terdiri dari Paur STNK serta Pamin Samsat I dan II STNK, jajaran Pejabat Utama Satlantas Polrestabes Semarang, serta perwakilan Bapenda Kota Semarang. Kehadiran seluruh unsur tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat kolaborasi untuk menjawab berbagai tantangan di bidang keselamatan lalu lintas dan kepatuhan administrasi kendaraan bermotor.
Pada sesi Forum Komunikasi Lalu Lintas, para peserta melakukan evaluasi terhadap kondisi lalu lintas dan perkembangan angka kecelakaan yang terjadi di wilayah Kota Semarang selama periode berjalan. Jasa Raharja memaparkan data kecelakaan lalu lintas beserta tingkat fatalitas korban sebagai bahan analisis bersama untuk mengidentifikasi faktor penyebab kecelakaan, lokasi rawan kecelakaan (blackspot), serta pola kejadian yang memerlukan penanganan lebih lanjut dari seluruh stakeholder terkait.
Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, forum menyepakati sejumlah langkah strategis yang akan dilaksanakan secara kolaboratif, antara lain peningkatan kegiatan edukasi dan sosialisasi keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat, pelajar, komunitas kendaraan bermotor, dan pekerja sektor transportasi. Selain itu, penguatan penegakan hukum terhadap pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menyebabkan kecelakaan serta optimalisasi sarana dan prasarana keselamatan jalan juga menjadi fokus pembahasan guna menciptakan lingkungan transportasi yang lebih aman bagi seluruh pengguna jalan.
Pada sesi berikutnya, rapat difokuskan pada evaluasi tingkat kepatuhan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor di wilayah Kota Semarang. Masing-masing UPPD menyampaikan capaian realisasi penerimaan PKB, perkembangan tingkat registrasi ulang kendaraan bermotor, serta potensi kendaraan yang masih memiliki tunggakan pajak. Data tersebut menjadi dasar dalam penyusunan strategi percepatan peningkatan kepatuhan wajib pajak pada semester kedua tahun 2026.
Berbagai langkah optimalisasi penerimaan daerah turut dibahas dalam forum tersebut, termasuk penguatan program sosialisasi kesamsatan kepada masyarakat, pemanfaatan layanan pembayaran pajak secara digital melalui aplikasi dan kanal pembayaran elektronik, perluasan layanan pembayaran berbasis komunitas dan desa, serta pelaksanaan kegiatan operasi gabungan dan penagihan terpadu oleh Tim Pembina Samsat. Strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pembayaran pajak kendaraan secara tepat waktu sekaligus mempermudah akses layanan kesamsatan.
Kepala Cabang Jasa Raharja Semarang dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa keselamatan lalu lintas dan kepatuhan administrasi kendaraan merupakan dua aspek yang saling berkaitan dan memerlukan dukungan seluruh pihak. Menurutnya, sinergi yang kuat antara Jasa Raharja, Kepolisian, Bapenda, UPPD, dan seluruh stakeholder terkait menjadi faktor utama dalam menciptakan sistem transportasi yang aman sekaligus mendukung optimalisasi pendapatan daerah melalui sektor Pajak Kendaraan Bermotor.
Selain itu, forum juga menegaskan pentingnya pemanfaatan data lintas instansi dalam mendukung pelaksanaan program keselamatan jalan dan peningkatan kepatuhan pajak kendaraan. Dengan integrasi data yang semakin baik, berbagai kebijakan dan program yang dijalankan dapat lebih tepat sasaran, efektif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Melalui pelaksanaan Forum Komunikasi Lalu Lintas dan Rapat Kepatuhan Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor Bulan Juni 2026 ini, diharapkan koordinasi antarinstansi dapat semakin solid dan berkelanjutan. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu menghasilkan langkah-langkah strategis yang efektif dalam menurunkan angka kecelakaan lalu lintas, mengurangi tingkat fatalitas korban, meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban pembayaran pajak kendaraan bermotor, serta mendukung terwujudnya pelayanan publik yang semakin baik di Kota Semarang.
