Semarang – PT Jasa Raharja Cabang Semarang kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesadaran keselamatan berlalu lintas melalui kegiatan Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL) dan Penanganan Pertama Kegawatdaruratan (PPGD) yang diselenggarakan pada Rabu, 11 Juni 2026, pukul 09.00 WIB hingga 11.00 WIB di SMK Islamic Center Semarang.
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 50 peserta yang terdiri dari para pengajar dan pelajar SMK Islamic Center Semarang. Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan PT Jasa Raharja Cabang Semarang serta tim kesehatan dari Puskesmas Purwoyoso yang berperan sebagai narasumber dalam sesi PPGD.
Dalam kegiatan PPKL, Jasa Raharja memberikan edukasi mengenai pentingnya keselamatan berlalu lintas kepada para pelajar dan tenaga pendidik. Materi yang disampaikan meliputi pemahaman tentang peraturan lalu lintas, penggunaan perlengkapan keselamatan berkendara, bahaya pelanggaran lalu lintas, serta upaya pencegahan kecelakaan di jalan raya. Para peserta juga diajak untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat.
Selain itu, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan Penanganan Pertama Kegawatdaruratan (PPGD) yang disampaikan oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas Purwoyoso. Dalam sesi ini, peserta mendapatkan pengetahuan dan praktik langsung mengenai langkah-langkah pertolongan pertama kepada korban kecelakaan lalu lintas, termasuk cara melakukan penilaian kondisi korban, penanganan luka ringan, serta tindakan awal yang perlu dilakukan sebelum bantuan medis lanjutan tiba di lokasi kejadian.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelajar dan pengajar memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai keselamatan berlalu lintas serta mampu memberikan pertolongan pertama yang tepat saat menghadapi kondisi darurat. Edukasi sejak dini kepada generasi muda menjadi salah satu langkah strategis dalam mewujudkan budaya tertib berlalu lintas dan menekan angka kecelakaan di jalan raya.
PT Jasa Raharja Cabang Semarang akan terus bersinergi dengan institusi pendidikan dan fasilitas kesehatan dalam menyelenggarakan berbagai program keselamatan lalu lintas guna menciptakan masyarakat yang semakin sadar akan pentingnya keselamatan di jalan serta memiliki kemampuan dasar dalam penanganan kegawatdaruratan.
