Jakarta — Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut transaksi ekspor yang difasilitasi pemerintah untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mencapai US$347 juta atau sekitar Rp6,21 triliun sepanjang Januari-Agustus 2026.
Nilai tersebut berasal dari program UMKM Bisa Ekspor yang mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli dari luar negeri melalui jaringan perwakilan perdagangan Indonesia di berbagai negara.
Budi mengatakan nilai transaksi tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai US$134,8 juta. Dari total transaksi hingga Agustus 2026, sekitar 60 persen pelaku UMKM yang terlibat disebut belum pernah melakukan ekspor sebelumnya.
Kemendag memiliki 46 perwakilan perdagangan di 33 negara yang terdiri atas atase perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC). Melalui jaringan tersebut, UMKM dapat mempresentasikan produknya sebelum dipertemukan dengan calon pembeli dari luar negeri.
Selain memperluas pasar ekspor, pemerintah juga mendorong produk UMKM masuk ke jaringan ritel modern dalam negeri. Salah satu dukungan yang diberikan berupa fasilitasi sertifikasi barcode melalui kerja sama dengan GS1 Indonesia.
Pada tahap awal, fasilitas barcode menyasar 50 UMKM yang telah melalui proses kurasi. Namun, kepemilikan barcode bukan menjadi satu-satunya syarat untuk masuk ritel modern karena produk tetap harus memenuhi standar kualitas dan mengikuti proses kurasi dari jaringan ritel.
Kemendag juga menyiapkan fasilitas branding bagi sekitar 500 UMKM yang akan diluncurkan dalam Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41. Program tersebut mencakup pembenahan kemasan, peningkatan kualitas, dan penguatan branding agar produk lebih siap bersaing.
TEI ke-41 dijadwalkan berlangsung pada 14-18 Oktober 2026 di ICE BSD. Hingga saat ini, sekitar 5.400 buyer asing telah mengonfirmasi kehadiran. Pemerintah menargetkan transaksi TEI tahun ini mencapai US$17,5 miliar atau sekitar Rp313,28 triliun.
Pemerintah juga mengembangkan program Desa Ekspor untuk membantu produk dari desa meningkatkan standardisasi dan kualitas sehingga memiliki peluang lebih besar menembus pasar luar negeri.
